Wisata Hutan Pinus, Objek Wisata yang Populer Berkat Media Sosial

Peran pengguna aktif media sosial telah memberikan dampak besar terhadap pariwisata Ciamis. Berkat pengunjung yang kerap mengunggah foto-foto libutan ke Instagram dan Facebook, Wisata Hutan Pinus di kabupaten tersebut menjadi populer dan sampai sekarang berhasil menarik wisatawan dengan jumlah yang naik secara signifikan.

Menikmati keindahan alam di tengah hutan pinus

Berlokasi di kaki Gunung Sawal, Dusun Soro, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Wisata Hutan Pinus menawarkan keindahan yang mampu menjernihkan para pengunjung. Hutan yang bisa ditempuh kurang lebih 15 menit dari Jalan Raya Nasional Cikoneng tersebut biasanya disambangi masyarakat yang tinggal di sekitar Ciamis, Banjar, dan Tasikmalaya.

Apa saja yang dapat dilakukan wisatawan selain mengamati panorama di tengah hutan pinus? Wisata Hutan Pinus merupakan area rekreasi yang cocok dikunjungi keluarga untuk menggelar tikar dan piknik di akhir pekan. Selain itu, ada hammock yang disewakan dengan tarif Rp10.000 saja tanpa ada batasan waktu, sehingga wisatawan dapat mengambil foto atau tidur pada ayunan unik tersebut.

Belum diurus secara maksimal sebagai tempat wisata

Sayangnya, Wisata Hutan Pinus di Ciamis belum mendapatkan pengelolaan secara maksimal, padahal hutan tersebut dimiliki Perhutani. Sampai sekarang, objek wisata tersebut diurus secara mandiri oleh warga setempat. Bahkan pengunjung yang ingin menghabiskan waktunya di Wisata Hutan Pinus tidak perlu mengeluarkan biaya masuk, karena tak ada tiket. Mereka hanya dikenakan parkir kendaraan. Jika Wisata Hutan Pinus ditata dan dikelola secara optimal, maka tempat ini bisa menjadi salah satu sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Seperti kebanyakan objek wisata, Wisata Hutan Pinus paling ramai dipadati pada akhir pekan dengan rata-rata 500 pengunjung di hari Minggu, sedangkan pada hari biasa cenderung sepi. Selain itu, Wisata Hutan Pinus memberlakukan jam operasional sejak pagi sampai pukul 5 sore. Di malam hari, banyak pengunjung yang menyempatkan diri untuk menginap atau camping dengan membangun tenda. Tentu kegiatan tersebut diawasi pula oleh warga sekitar untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *